Sunday, 10 June 2012

Tips dasar Pes 2012 – Memahami duel 1 on 1




Dalam sebuah pertandingan sepak bola, dengan strategi dan formasi apapun yang kita gunakan, tetap saja titik krusial permainan akan terletak di duel satu lawan satu antara pemain kita dengan pemain lawan. Duel satu lawan satu ini akan terjadi baik di tengah lapangan, di pinggir lapangan, ataupun di dalam kotak pinalti. Permainan fisik adu body di PES 2011 tidak berlaku lagi di PES
2012.
Dalam PES 2011, duel satu lawan satu antara kedua pemain akan didominasi oleh aksi kontak fisik. Untuk memenangkan duel ini Body Balance dan Speed menjadi indikator utama bagus tidaknya seorang pemain, kemampuan dribble menjadi aksesories saja. Bila anda masih tidak percaya / belum menyadarinya, mari kita simak penjelasan berikut ini: Pada PES 2011 statistik Lionel Messi sangat spektakuler, punya kecepatan dan dribble dewa seperti di dunia nyata. Tapi bila kita survey orang-orang yang jago main PES 2011 ataupun para gamer profesional, mayoritas tidak akan memilih Messi. Pemain-pemain seperti Ibrahimovic dan Cristiano Ronaldo lebih menjadi pilihan favorit, karena Body Balance yang lebih bagus. Bahkan
kalau perlu akan memilih pemain yang statistik Body Balance-Speed-Dribble ketiganya bagus (tidak perlu spektakuler) seperti Teves, Rooney, dan Balotelli. Pemain-pemain seperti Robinho, Silva, Navas, Iniesta, Del Piero, dan lainnya yang tidak punya Body Balance atau Speed akan menjadi bulan-bulanan bila dijaga oleh bek- bek cepat atau harus duel dengan pemain yang punya kecepatan. Akhir kata, tidak sedikit yang kecewa dan memberikan komentar-komentar di blog atau forum luar negeri bahwa Pro Evolution Soccer itu adalah jelmaan olah raga gulat, UFC, ataupun American Rugby karena intinya kemenangan duel kita ditentukan oleh kekuatan fisik.
Pada PES 2012, Konami telah memperbaharui sistem duel 1 on 1 antar pemain. Situasi duel 1 on 1 akan didominasi oleh aksi dribble dari pembawa bola dan man marking serta tackle oleh pihak bertahan. Aksi tabrak-tabrakan adu badan tetap saja ada, tetapi intensitasnya dikurangi. Duel 1 on 1 Dribble Melewati Lawan Dribble di PES 2012 jauh lebih sederhana daripada di PES 2011 karena adanya tiga kemudahan yang dibuat di PES 2012.

Pertama adalah dibuatnya tombol trick untuk semua dribble dimana untuk settingan default tombol R2 adalah tombol dribble trick tersebut. Hampir semua trick dapat dilakukan hanya dengan menekan tombol itu + arah, dari dribble pelan, step over, side stepping, dan lainnya. lebih detilnya dapat melihat video tutorial sebagai berikut:

Kedua adalah momentum bergerak. Momentum bergerak yang dimaksud di sini adalah kecepatan belok dan juga akselerasi. Pada PES 2012 pemain-pemain tidak bisa lari dan belok seenaknya, mereka akan mengalami efek momentum sehingga sering terjadi kondisi terkecoh dan kehilangan keseimbangan, sehingga tidak bisa mengejar lawan dengan cepat. Selain itu juga efek momentum akan membuat penyerang unggul kecepatan karena faktor akselerasi (Explosive Power) dan menang langkah karena yang bertahan harus berhenti dulu membaca gerak lawan dahulu. Efek ini sebenarnya sudah ada di PES 2011, tetapi pihak bertahan lebih diuntungkan karena efek momentum akan lebih besar dirasakan oleh yang membawa bola.

Ketiga adalah keberadaan bola yang terpisah dari pemain. Apa yang dimaksud dengan keberadaan bola ini? Akan kita lihat di bagian berikutnya. Duel 1 on 1 Zone Marking dan Pressing Bertahan dan merebut di PES 2012 menjadi sukar karena adanya faktor keberadaan bola yang terpisah dengan keberadaan pemain.Fitur ini yang menjadi faktor baru yang tidak ada di PES 2011 dimana pada PES 2011 bola dan pemain cenderung lekat / nempel menjadi satu. Marking pemain di PES 2011 lebih ke arah menempel lawan / pressing body, dan ujung-ujungnya bola akan lepas dan kerebut. Berbeda dengan hal itu, pada PES 2012 kita harus fokus
melihat bola tersebut, karena antara yang dribble dengan bolanya itu berbeda keberadaannya.  Kita tidak bisa main tabrak lawan karena kemungkinan besar akan terjadi pelanggaran karena kaki kita tidak kena bola. Kita tidak bisa pressing lawan (tombol X) terlalu sering, karena akan terjadi pelanggaran. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, intensitas kontak fisik si PES 2012 lebih terbatas daripada PES 2011. Terus bagaimana caranya merebut bola?

Caranya ya sederhana, tinggal pressing atau tackling. Untuk cara tackling, tidak ada perbedaan dengan PES 2011. Untuk pressing (soft tackle), caranya tidak berubah banyak, hanya aja untuk PES 2012 kunci keberhasilan pressing adalah jarak dan timing. Karena itu di PES 2012 untuk mendapatkan jarak yang tepat, kita harus bisa bergerak secara hati hati dengan cara membayang-bayangi menahan laju gerakan lawan. Di PES 2012 ada fitur khusus untuk mebayang- bayangi lawan, disebut Delay atau Hold Up. Hold up atau Delay ini sendiri sebenarnya sudah ada di PES 2011, tapi fungsinya tidak sekrusial di PES 2012.

Ringkasan dan Tips

Pada PES 2012, dribble menjadi sederhana dan mudah, dan marking orang menjadi susah. Suka tidak suka kita harus bisa menahan pergerakan lawan dengan menggunakan fitur hold up. Adapun yang tips yang bisa kami tambahkan di sini adalah sebagai berikut: Berhubung dribble menjadi mudah, jangan sampai kehilangan bola di tengah lapangan. Di game PES 2012 ini kita bisa mengandalkan permainan possesion football jauh lebih efektif daripada PES 2011. Kehilangan bola karena kecolongan di tengah lapangan menjadi sebuah kerugian besar sekali.

Dalam tutorial, bila ingin merebut bola ketika kita sedang hold up cukup dengan melepas R2. Perlu diingat juga, ketika kita terus menekan R2 dan X (pressing), bila lawan bergerak terlalu dekat maka akan otomatis di soft tackling dengan sangat akurat. Tapi jangan terus-terusan menekan R2 + X saja, nanti pemain kita hanya membayang-bayangi lawan terus dan ujung-ujungnya malah kacau posisinya. Hold up hanya mencegah lawan untuk masuk ke daerah fital di tengah. Hati-hati ketika lawan sedang melebar bermain sayap dan tidak ada keinginan masuk ke tengah, saat itu hold up tidak begitu efektif. Jangan terlalu banyak bermain aman. Di PES 2012 kita banyak dituntut untuk menjegal / melanggar lawan dengan sengaja, daripada membiarkan lawan bergerak mencari celah ataupun untuk mematikan serangan balik. Sering kali ada yang curhat tentang susahnya merebut bola dari lawan, bahkan ada yang lawannya tidak bisa terebut bolanya. Kalau dalam menahan lawan duel 1 on 1 kalah terus, pertimbangkan untuk membuat kondisi 10 vs 1 saja, seperti taktik Mourinho, bawalah preset strategy formasi cadangan yang menumpuk bek di belakang.
There was an error in this gadget