Thursday, 11 June 2015

Periode Budaya Logam atau Zaman Logam


Budaya logam atau zaman logam, dikenal setelah manusia mulai hidup menetap. Dalam periode ini banyak peralatan rumah tangga yang sudah terbuat dari logam. Budaya logam terbagi atas tiga zaman yaitu, zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi.
Zaman Tembaga
Budaya tembaga atau peralatan dari tembaga tidak dikenal di Indonesia. Budaya tembaga berkembang di daerah Vietnam, Kamboja, Muangthai hingga Semenanjung Malaya.
Zaman Perunggu
Perunggu adalah campuran tembaga dengan timah. Peralatan dari perunggu yang di kenal luas antara lain kapak perunggu, nekara perunggu, bejana perunggu, dan perhiasan perunggu.
Kapak Perunggu
Kapak perunggu disebut kapak corong. Di sebut kapak corong karena bagian atasnya terdapat corong atau lubang untuk memasukkan tangkai kayu sebagai peganganya. Jenis kapak ini disebut pula kapak sepatu, karena bentuknya seperti sepatu. Salah satu jenis kapak ini sebelah sisi bagian atasnya panjang yang disebut kapak candrasa. Kapak candrasa digunakan hanya untuk keperluan upacara-upacara tertentu, bukan untuk keperluan sehari-hari.
Nekara Perunggu
Nekara adalah benda berbentuk dandang yang ditelungkupkan atau semacam bumbung berpinggang pada bagian tengahnya, sedangkan bagian atasnya tertutup.
Nekara ditemukan antara lain di daerah Sumatera, Bali, Jawa, Selayar, Rote, Alor, Kepulauan Kei, dan Bulau Leti-Moa di Maluku Tenggara. Nekara terbesar ditemukan di Bali dengan tinggi 1,86 meter dan garis tengah 1,60 meter. Nekara itu dianggap suci. Menurut masyarakat setempat nekara itu merupakan bagian dari bulan yang jatuh dari langit. Hingga sekarang nekara itu disimpan di dalam Pura Panataran Sasih di desa Intaran daerah Pajeng-Gianyar ( Bali ).
Nekara yang ditemukan di pulau Alor ( Nusa Tenggara Timur ) berukuran paling kecil. Oleh masyarakat setempat disebut moko. Moko juga dianggap suci. Moko dapat dijadikan sebagai mas kawin oleh anggota masyarakat tertentu. Nekara yang ditemukan berbagai daerah memiliki pola hias yang berbeda-beda. Ada yang berpola hias berupa garis-garis lurus, bengkok, pilin, geometrik, rumah, perahu, pemandangan, dan berbagai jenis hewan.
Bejana Perunggu
Bejana perunggu adalah benda yang bentuknya bulat panjang atau menyerupai gitar tanpa tangkai. Bejana perunggu terdapat di Sumatera daerah Kerinci dan satu buah lagi ditemukan di Sampang ( Madura ). Bejana yang ditemukan di Kerinci panjangnya 50,8 cm dan lebar 37 cm, sedangkan bejana yang ditemukan di Sampang ( Madura ) panjangnya 90 cm dan lebarnya 54 cm.
Perhiasan Perunggu
Benda-benda perhiasan pada zaman perunggu, sudah banyak ragam dan jenis, seperti manik-manik, gelang tangan, gelang kaki, dan anting-anting. Benda-benda perhiasan banyak ditemukan di dalam kuburan antara lain di Sumatera, Jawa, dan Bali.
Zaman Besi
Peralatan dari besi antara lain cangkul, mata kapak, mata pisau, sabit, pedang, tombak, dan tongkat. Daerah penemuannya antara lain di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera.

Selain budaya batu dan logam, menurut Dr. J.J. Brandes, bangga Indonesia telah memiliki 10 unsur budaya asli sebelum masuknya agama dan budaya Hindu-Buddha dari India, yang hingga sekarang masih tetap bertahan. Mengenai kesepuluh unsur budaya asli itu, telah dijelaskan pada bab terdahulu.
There was an error in this gadget