Thursday, 11 June 2015

SUMBER SEJARAH DAN PENINGGALAN KERAJAAN MATARAM KUNO



1. Prasasti Canggal

http://3.bp.blogspot.com/-V_JE0Mu_wf0/UnG-xlK7wxI/AAAAAAAACIg/8TnUGyDvZ80/s1600/canggal.jpg

Prasasti Canggal (juga disebut Prasasti Gunung Wukir atau Prasasti Sanjaya) adalah prasastidalam bentuk candra sengkala berangka tahun654 Saka atau 732 Masehi yang ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di desa Kadiluwih, kecamatan SalamMagelangJawa Tengah. Prasasti yang ditulis pada stela batu ini menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta. Prasasti dipandang sebagai pernyataan diri RajaSanjaya pada tahun 732 sebagai seorang penguasa universal dari Kerajaan Mataram Kuno. Prasasti ini menceritakan tentang pendirian lingga (lambang Siwa) di desa Kunjarakunja oleh Sanjaya. Diceritakan pula bahwa yang menjadi raja mula-mula adalah Sanna, kemudian digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha, saudara perempuan Sanna.


2. Prasasti Kalasan


http://1.bp.blogspot.com/-YK9kW14IWtM/UnG_q0qZbbI/AAAAAAAACIo/iPsvLGbVPhI/s1600/Prasasti+Kalasan.jpg

Prasasti Kalasan adalah prasasti peninggalan Wangsa Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kunoyang berangka tahun 700 Saka atau 778M. Prasasti yang ditemukan di kecamatan Kalasan,SlemanYogyakarta, ini ditulis dalam huruf Pranagari (India Utara) dan bahasa Sanskerta. Prasasti ini menyebutkan, bahwa Guru Sang Raja berhasil membujuk Maharaja Tejahpura Panangkarana (Kariyana Panangkara) yang merupakan mustika keluarga Sailendra (Sailendra Wamsatilaka) atas permintaan keluarga Syailendra, untuk membangun bangunan suci bagi Dewi Tara dan sebuah biara bagi para pendeta, serta penghadiahan desa Kalasan untuk para sanggha (umat Buddha). Bangunan suci yang dimaksud adalah Candi Kalasan. Prasasti ini kini disimpan dengan No. D.147 di Museum NasionalJakarta.


3. Prasasti Kedu (Mantyasih)

http://2.bp.blogspot.com/-Qs3h7cGIYOU/UnHBJo1Jg1I/AAAAAAAACI0/CYLLrxDNRVY/s320/prasasti+mantyasih2.jpg

Prasasti Mantyasih, juga disebut Prasasti Balitung atau Prasasti Tembaga Kedu adalahprasasti berangka tahun 907 M yang berasal dari Wangsa Sanjayakerajaan Mataram Kuno. Prasasti ini ditemukan di kampung Mateseh, Magelang UtaraJawa Tengah dan memuat daftar silsilah raja-raja Mataram sebelum Raja Balitung. Prasasti ini dibuat sebagai upaya melegitimasi Balitung sebagai pewaris tahta yang sah, sehingga menyebutkan raja-raja sebelumnya yang berdaulat penuh atas wilayah kerajaan Mataram Kuno. Dalam prasasti juga disebutkan bahwa desa Mantyasih yang ditetapkan Balitung sebagai desa perdikan (daerah bebas pajak). Di kampung Meteseh saat ini masih terdapat sebuah lumpang batu, yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan sima atau desa perdikan. Selain itu disebutkan pula tentang keberadaan Gunung Susundara dan Wukir Sumbing (sekarang Gunung SindorodanSumbing). Kata "Mantyasih" sendiri dapat diartikan "beriman dalam cinta kasih"


4. Prasasti Kelurak

http://2.bp.blogspot.com/-B2Qxlv0zFF4/UnHCw-EtT0I/AAAAAAAACJA/5BHjtult8U0/s320/Kelurak_Inscription.JPG

Prasasti Kelurak merupakan prasasti batu berangka tahun 782 M yang ditemukan di dekatCandi Lumbung Desa Kelurak, di sebelah utara Kompleks Percandian PrambananJawa Tengah. Keadaan batu prasasti Kelurak sudah sangat aus, sehingga isi keseluruhannya kurang diketahui. Secara garis besar, isinya adalah tentang didirikannya sebuah bangunan suci untuk arca Manjusri atas perintah Raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadhananjaya. Menurut para ahli, yang dimaksud dengan bangunan tersebut adalah Candi Sewu, yang terletak di Kompleks Percandian Prambanan. Nama raja Indra tersebut juga ditemukan pada Prasasti Ligor dan Prasasti Nalanda peninggalan kerajaan Sriwijaya. Prasasti Kelurak ditulis dalam aksara Pranagari, dengan menggunakan bahasa Sanskerta. Prasasti ini kini disimpan dengan No. D.44 di Museum NasionalJakarta.


5. Prasasti Ratu Boko


http://2.bp.blogspot.com/-aVuPi4EpvuA/UnHELUORLjI/AAAAAAAACJM/yyAE5jkWDsw/s1600/ratu+boko.jpg


http://1.bp.blogspot.com/-Uase69IguQI/UnHEp82FQqI/AAAAAAAACJU/mOakpWWAov0/s320/ratu-boko-3.jpg
Kompleks situs Ratu Boko

Nama "Ratu Baka" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (Bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan. Ditemukan di wilayah Kecamatan Prambanan,Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200 m di atas permukaan laut. berisikan tentang kekalahan Balaputeradewa dalam perang saudara dengan kakaknya (Pramodawardhani). Balaputradewa melarikan diri ke sriwijaya.
6. Prasasti Nalanda

http://4.bp.blogspot.com/-kZmiitXkwP0/UnHIwMwr2TI/AAAAAAAACJg/Z-T6QnMSPcc/s320/nalanda-copperplate.jpg
Nalada Coperplate

Prasasti Nalanda merupakan sebuah prasasti yang terdapat di NalandaBiharIndia. Prasasti ini berangka tahun 860, dari penafsiran manuskrip menyebutkan Sri Maharaja di Suwarnadwipa, Balaputradewa anak Samaragrawira, cucu dari Śailendravamsatilaka (mustika keluarga Śailendra) dengan julukan Śrīviravairimathana (pembunuh pahlawan musuh), rajaJawa (Mataram Kuno) yang kawin dengan Tārā, anak Dharmaset.


There was an error in this gadget